Manfaat dan Panduan Lengkap Budidaya Jamur Merang Di Rumah

Mempelajari cara budidaya jamur merang yang tepat dapat memberikan banyak manfaat. Apalagi saat ini permintaan pasar terhadap jamur merang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang digemari banyak orang karena rasanya lezat, teksturnya lembut, serta kaya gizi. Kandungan protein nabatinya tinggi, rendah kalori, dan memiliki antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Manfaat Budidaya Jamur Merang

Banyak orang tertarik menekuni budidaya jamur bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga manfaat lain yang bisa dirasakan. Dengan memahami keuntungan sejak awal, orang bisa semakin yakin untuk mencoba cara budidaya jamur merang di skala kecil maupun besar.

1. Nilai Ekonomi Tinggi

Jamur merang termasuk komoditas dengan harga jual cukup stabil. Dengan sekali panen, hasilnya bisa langsung dijual ke pasar tradisional, restoran, hingga konsumen rumah tangga. Bahkan, dengan sistem rumahan, usaha ini sudah bisa menghasilkan keuntungan menjanjikan.

2. Menjadi Sumber Pangan Bergizi

Selain aspek ekonomi, jamur merang juga kaya nutrisi seperti protein, serat, vitamin B kompleks, dan mineral. Konsumsi jamur merang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh serta menjadi pilihan makanan sehat rendah lemak.

3. Memanfaatkan Limbah Pertanian

Keunggulan lain adalah bahan utama media sekam padi yang digunakan dalam menanam jamur merang.

Sekam padi merupakan limbah pertanian yang murah, mudah ditemukan, dan sangat cocok sebagai media tanam jamur. Dengan demikian, budidaya ini turut membantu mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai tambahnya.

4. Cocok untuk Skala Rumahan

Karena perawatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan lahan luas, jamur merang sangat cocok dikembangkan dalam skala rumahan. Caranya hanya perlu menyiapkan ruangan atau rumah jamur sederhana dengan sirkulasi udara baik.

Persiapan Media Tanam untuk Menanam Jamur Merang

Media yang baik akan membantu miselium jamur tumbuh dengan cepat, sehat, dan menghasilkan panen melimpah. Jika media tanam kurang tepat, pertumbuhan jamur bisa terhambat atau terkontaminasi jamur liar.

Bahan utama media jamur merang adalah sekam padi, yang kemudian dicampur dengan bahan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jamur.

Sekam dipilih karena sifatnya yang ringan, porous, serta mudah menyerap air, sehingga mendukung pertumbuhan miselium. Berikut langkah persiapan media tanamnya.

1. Pemilihan Sekam Padi

Gunakan sekam padi yang kering, bersih, dan bebas dari bahan kimia. Hindari sekam yang tercampur tanah atau plastik.

2. Pencampuran Bahan Tambahan

Tambahkan kapur pertanian untuk menetralkan pH, lalu campurkan bekatul atau dedak halus sebagai sumber karbohidrat tambahan.

3. Pengaturan Kelembapan

Basahi media menggunakan air bersih. Pastikan media lembap tetapi tidak becek. Jika air berlebih, jamur rentan busuk.

4. Penyusunan Media

Media yang sudah dicampur bisa dimasukkan ke dalam wadah, rak, atau bedengan. Susun secara rapi dengan ketebalan 15–20 cm agar pertumbuhan jamur merata.

Tahap ini sangat penting. Dengan media sekam padi yang dipersiapkan dengan benar, peluang keberhasilan budidaya jamur merang di rumah akan jauh lebih tinggi.

Cara Budidaya Jamur Merang di Rumah

Setelah media tanam siap, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman dan perawatan jamur merang. Tahapan ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena menentukan keberhasilan panen. Berikut penjabarannya.

1. Persiapan Rumah Jamur

Rumah jamur bisa dibuat dari rangka kayu atau bambu, lalu ditutup dengan plastik UV, terpal, atau atap rumbia. Suhu ideal untuk pertumbuhan jamur merang berkisar antara 30–35°C, sedangkan kelembapan optimal sekitar 70–80%.

Selain itu, pastikan rumah jamur memiliki ventilasi yang cukup untuk mencegah udara terlalu pengap. Cahaya yang masuk tidak boleh berlebihan, cukup cahaya redup untuk merangsang pertumbuhan jamur tanpa membuat media cepat kering.

2. Penanaman Bibit Jamur

Bibit jamur merang (spawn) biasanya dijual dalam bentuk botol atau plastik yang sudah berisi miselium siap tanam. Bibit ini harus berasal dari produsen terpercaya agar bebas kontaminasi. Taburkan bibit secara merata di atas media sekam padi yang sudah disiapkan.

Tutup tipis dengan lapisan sekam lembap. Penutupan ini berfungsi menjaga kelembapan dan memudahkan miselium menyebar. Biarkan media tertutup rapat selama 3-5 hari. Pada masa ini, miselium akan mulai tumbuh dan menyebar di seluruh media.

3. Perawatan dan Pemeliharaan

Gunakan sprayer kabut untuk menyemprotkan air agar kelembapan terjaga. Jangan menyiram langsung dengan air berlebihan. Jika suhu terlalu tinggi, buka ventilasi rumah jamur. Jika kelembapan turun, tingkatkan penyemprotan air.

4. Panen Jamur Merang

Panen jamur merang dilakukan ketika tudung jamur masih berbentuk bulat dan belum mekar. Kondisi ini menghasilkan jamur dengan tekstur terbaik dan cita rasa paling lezat. Proses panen dilakukan dengan cara memutar jamur perlahan hingga terlepas dari media.

Hindari menarik terlalu keras karena dapat merusak media dan mengganggu pertumbuhan jamur berikutnya. Panen biasanya berlangsung beberapa kali dalam periode 7-10 hari.

Budidaya jamur merang dengan menggunakan media sekam padi bisa dilakukan oleh siapapun. Kegiatan menanam ini tidak hanya menyenangkan namun juga bisa menghasilkan bahan pangan bergizi untuk keluarga maupun dijadikan sebagai sarana bisnis skala rumahan.