Wortel adalah salah satu sayuran sehat yang mudah ditemukan dan digemari banyak orang. Sayuran ini kaya vitamin, serat, serta bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Tak heran, banyak yang ingin mencoba cara menanam wortel sendiri di rumah.

Menanam wortel sebenarnya tidak sulit, bahkan bisa dilakukan di lahan yang terbatas. Pilihan media tanamnya pun beragam, mulai dari pot, polybag, hingga sistem hidroponik. Dengan metode yang tepat, wortel bisa tumbuh subur dan cepat dipanen.
Cara Menanam Wortel Sampai Panen
Menanam wortel bisa dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari biji, umbi, hingga sistem hidroponik yang lebih modern. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Menanam Wortel dari Biji
Metode menanam wortel dari biji menjadi pilihan favorit bagi pemula. Alasannya, benih wortel mudah ditemukan di toko pertanian, proses penanamannya sederhana, dan perawatannya pun tidak sulit. Adapun cara menanamnya bisa dilakukan melalui beberapa langkah praktis di bawah ini.
- Siapkan wadah semai berupa gelas plastik bekas dan buat lubang kecil di bagian bawahnya.
- Isi wadah dengan campuran tanah, pasir/sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.
- Taburkan biji wortel secara merata di atas media semai, lalu siram sedikit air.
- Letakkan wadah di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
- Setelah 7–18 hari, bibit berkecambah dengan 3–4 helai daun dan siap dipindahkan.
- Pindahkan bibit ke pot atau polybag berisi media tanam baru (perbandingan tanah, pasir/sekam, dan kompos 2:1:1).
- Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari, tetapi terlindung dari hujan.
- Setelah daun baru tumbuh, wortel siap untuk dirawat lebih lanjut.
2. Menanam Wortel dari Umbi
Selain biji, wortel juga bisa ditanam dari umbinya yang masih segar dan sehat. Cara ini sering dipilih karena lebih praktis, terutama bila memiliki wortel sisa di dapur. Dengan media tanam yang tepat, umbi wortel mampu tumbuh kembali menjadi tanaman baru yang siap dipanen.
Agar pertumbuhannya optimal, pemilihan media tanam dan wadah yang sesuai juga perlu diperhatikan. Berikut panduan lengkap untuk menanam wortel dari umbi dengan benar:
- Gunakan pot dengan kedalaman 30–40 cm agar akar bisa tumbuh sempurna.
- Campurkan tanah, pasir halus, tanah merah, dan kompos dengan perbandingan yang seimbang.
- Pilih umbi wortel sehat, berwarna cerah, dan bentuknya bagus.
- Isi pot dengan media tanam, sisakan 2–3 cm dari bibir pot, lalu buat lubang tanam.
- Masukkan umbi, tutup dengan tanah, dan siram secukupnya.
- Letakkan pot di luar ruangan agar mendapat sinar matahari langsung.
3. Menanam Wortel Hidroponik
Jika lahan yang tersedia terbatas, menanam wortel dengan metode hidroponik dapat menjadi pilihan yang praktis. Teknik ini umumnya memanfaatkan sistem drip irrigation atau irigasi tetes yang mampu mengalirkan nutrisi secara efisien.
Meski begitu, faktor suhu tetap perlu diperhatikan, karena wortel tumbuh optimal pada kisaran 15–21°C sehingga bentuk, warna, dan kualitas umbinya tetap terjaga. Untuk memulai, langkah-langkah menanamnya adalah sebagai berikut:
- Siapkan wadah dengan media berpasir atau arang sekam.
- Semai benih wortel hingga tumbuh tunas.
- Pindahkan bibit ke sistem hidroponik setelah batang cukup kuat.
- Beri nutrisi melalui larutan pupuk hidroponik secara teratur.
- Pastikan bibit mendapat sinar matahari atau pencahayaan buatan.
- Periksa tanaman secara rutin agar bebas hama dan penyakit.
- Jaga pH larutan nutrisi di kisaran 5,0–8,0.
- Panen wortel saat ukuran umbi sudah sesuai keinginan.
Cara Merawat Tanaman Wortel
Mengetahui cara menanam wortel saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Agar wortel bisa tumbuh sehat, subur, dan menghasilkan umbi berkualitas, langkah perawatan sangat penting untuk diperhatikan.

Perawatan yang tepat tidak hanya mencegah serangan hama, tetapi juga menjaga kualitas gizi wortel tetap optimal. Untuk mendukung pertumbuhan yang cepat dan hasil panen yang melimpah, berikut panduan perawatan yang bisa diterapkan:
1. Menipiskan Tanaman
Saat bibit wortel mencapai tinggi 2,5-5 cm, pangkas bibit yang terlalu rapat hingga jaraknya menjadi sekitar 5 cm. Langkah ini berguna untuk mencegah wortel tumbuh bengkok dan tidak beraturan.
2. Menyiram Tanaman
Siram tanah secara menyeluruh dan biarkan mengering sebelum disiram kembali. Hindari penyiraman dangkal, karena bisa membuat wortel menjadi pendek.
3. Memberi Pupuk
Berikan pupuk dua minggu setelah menanam dan ulangi saat tanaman mencapai tinggi 20-25 cm. Pemupukan yang teratur akan membantu wortel tumbuh dengan optimal.
4. Mengendalikan Gulma
Cabut gulma sejak masih kecil untuk mencegahnya bersaing dengan wortel dalam hal air dan nutrisi. Jangan biarkan gulma tumbuh besar, karena akan lebih sulit dikendalikan.
5. Mencegah Hama dan Penyakit
Jaga area tanam tetap bersih dan hindari tanah yang tergenang air untuk mencegah penyakit. Rotasi tanam setiap tahun untuk mengurangi risiko hama dan penyakit.
Cara menanam wortel sangat bervariasi dan dapat dilakukan melalui biji, umbi, maupun sistem hidroponik dengan hasil yang sama-sama menjanjikan. Jika dikombinasikan dengan perawatan yang tepat, tanaman akan tumbuh sehat, lebat, dan cepat dipanen.