Cara Menanam Tomat dari Biji sampai Panen di Polybag

Menanam tomat bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu biji. Cara menanam tomat dari biji memberi peluang panen yang lebih banyak sekaligus sehat. Dengan langkah yang tepat, prosesnya pun menjadi mudah untuk diikuti, bahkan bagi pemula sekalipun.

Selain itu, tomat juga termasuk tanaman yang mudah dirawat. Cukup menanamnya di polybag, tanaman bisa tumbuh dengan baik. Dengan perawatan rutin, hasil panennya akan segar dan melimpah untuk kebutuhan sehari-hari.

Cara Menanam Tomat dari Biji agar Berbuah Banyak

Menumbuhkan tomat dari biji membutuhkan langkah yang tepat. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan benih hingga perawatan, akan menentukan kualitas pertumbuhan tanaman. Panduan berikut membantu memastikan hasil panen yang lebih maksimal.

1. Memilih Biji Tomat Berkualitas

Tahap awal menanam tomat dimulai dari pemilihan biji berkualitas. Benih unggul mampu tumbuh lebih sehat, tahan terhadap hama, serta menghasilkan buah lebih melimpah. Biji dapat diperoleh dari toko pertanian atau dibuat sendiri dari buah tomat matang melalui proses fermentasi alami berikut:

  • Pilih buah tomat yang matang sempurna, berukuran ideal, dan bebas dari cacat.
  • Potong buah menjadi dua bagian, lalu ambil bijinya menggunakan sendok.
  • Masukkan biji ke dalam wadah bersih, tutup dengan kain tipis berpori, lalu diamkan 2–3 hari untuk proses fermentasi.
  • Setelah itu, rendam biji dalam larutan 1 liter air yang dicampur 1 sdm cuka dan 1 sdt garam selama 10–15 menit.
  • Pilih biji yang tenggelam karena menandakan kualitas baik, sementara biji mengapung sebaiknya dibuang.
  • Bilas biji dengan air bersih, lalu jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering.
  • Simpan biji kering dalam wadah steril dan letakkan di lemari pendingin selama 1–2 minggu agar mampu beradaptasi sebelum ditanam.

2. Menyemai Biji Tomat dengan Benar

Tahap selanjutnya dalam cara menanam buah tomat dari biji adalah penyemaian. Proses ini penting untuk memastikan biji berkecambah secara optimal dan seragam. Media semai yang baik juga mendukung pertumbuhan akar yang kuat sebelum bibit dipindahkan.

  • Gunakan baki semai atau tray khusus berdrainase baik. Isi dengan media tanam steril, seperti campuran cocopeat dan perlit.
  • Buat lubang-lubang kecil sedalam 1 cm dengan jarak 5-7 cm. Masukkan satu biji ke setiap lubang, lalu tutup dengan lapisan tipis media tanam.
  • Siram media tanam dengan hati-hati menggunakan sprayer hingga lembap untuk perkecambahan.
  • Letakkan baki semai di area yang mendapat sinar matahari tidak langsung selama 6-8 jam per hari.
  • Setelah 3–4 minggu atau ketika bibit memiliki 3–4 helai daun sejati, bibit siap dipindahkan ke wadah yang lebih besar.

3. Memindahkan Bibit Tomat ke Polybag

Pada tahap ini, bibit telah cukup kuat untuk dipindahkan ke media tanam permanen berupa polybag, yang akan menjadi tempat tumbuh utama sampai panen. Proses pemindahan dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Siapkan polybag berukuran minimal 30×30 cm dengan lubang drainase di bagian bawah.
  • Isi polybag dengan campuran tanah gembur, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.
  • Siram media tanam agar lembab dan mudah ditempati akar.
  • Cabut bibit dengan hati-hati menggunakan alat kecil atau tangan, usahakan akar tetap utuh.
  • Tanam bibit ke dalam polybag dengan posisi tegak lurus, lalu padatkan tanah di sekeliling batang.
  • Letakkan polybag di tempat yang mendapat sinar matahari penuh setidaknya 6 jam setiap hari.

4. Merawat dan Memelihara Tanaman Tomat

Perawatan menjadi kunci agar tanaman tumbuh subur dan buahnya lebat. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, tanaman mudah terserang hama atau gagal panen. Berikut panduan perawatan yang perlu diperhatikan:

  • Siram tanaman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), hindari genangan air.
  • Berikan pupuk organik setiap 7–10 hari sekali untuk menambah nutrisi.
  • Lakukan penyiangan secara berkala agar gulma tidak mengganggu pertumbuhan.
  • Pasang penopang dari bambu untuk menjaga batang tetap tegak saat tanaman mulai tinggi.
  • Pangkas daun yang kering atau terserang penyakit untuk mengoptimalkan pembentukan buah.
  • Jika perlu, semprot tanaman dengan pestisida untuk mencegah hama.

5. Memanen Tomat dan Mengoptimalkan Hasil

Tomat biasanya siap dipanen dalam waktu 80–100 hari setelah penyemaian. Masa panen tomat yang tepat akan sangat menentukan kualitas rasa sekaligus daya simpannya. Adapun cara panen yang disarankan meliputi:

  • Lakukan panen pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran buah.
  • Pilih tomat dengan warna kuning kemerahan hingga merah cerah, tergantung varietasnya.
  • Gunakan gunting atau pisau kecil untuk memotong tangkai di atas buah agar tanaman tidak rusak.
  • Singkirkan buah yang busuk atau rusak agar tidak mengganggu kualitas panen lainnya.
  • Panen dilakukan bertahap setiap 2–3 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah.

Dengan demikian, cara menanam tomat dari biji dapat menjadi pilihan tepat bagi yang ingin berkebun secara praktis di rumah. Cukup menggunakan polybag, tanaman mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah tomat segar untuk konsumsi sehari-hari.