Cara menanam kangkung kini semakin praktis berkat banyaknya pilihan metode yang bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Tanaman sayuran hijau ini dapat tumbuh baik di tanah, polybag, hingga media modern seperti hidroponik dan aquaponik.

Dengan perawatan sederhana, kangkung mampu menghasilkan panen cepat dan melimpah, sehingga cocok ditanam bahkan oleh pemula. Pelajari berbagai metodenya dalam uraian lengkap di bawah ini!
Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula
Menanam kangkung di rumah merupakan pilihan ideal bagi pemula yang ingin memulai kegiatan bercocok tanam. Berikut lima metode praktis yang dapat diterapkan dengan mudah sesuai kebutuhan.
1. Menanam Kangkung di Lahan Kering
Cara paling mudah untuk menanam kangkung adalah memanfaatkan tanah di pekarangan atau halaman rumah. Metode ini sederhana, tidak membutuhkan peralatan khusus, cocok untuk pemula.

Langkah-langkahnya:
- Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari cukup, misalnya di lahan kering area pekarangan.
- Gunakan tanah gembur, lalu campurkan dengan pupuk kandang atau kompos agar lebih subur.
- Siapkan benih kangkung darat atau gunakan stek batang jika ingin cara yang praktis.
- Jika memakai benih, rendam selama 24 jam, lalu tanam dengan jarak tanam 15 cm antar lubang.
- Jika memakai stek, cukup tancapkan batang langsung ke tanah yang telah disiapkan.
- Siram secara rutin agar tanah tetap lembab, kendalikan gulma, dan tambahkan pupuk organik.
- Panen setelah 4–6 minggu dengan memotong batang atau mencabut seluruh tanaman.
2. Metode Menanam Kangkung di Polybag
Selain ditanam langsung di lahan, kangkung juga dapat dibudidayakan menggunakan polybag. Cara ini terbilang praktis dan sangat cocok bagi yang memiliki lahan sempit.

Langkah-langkahnya:
- Semaikan biji kangkung dengan menebarkannya pada tanah gembur yang telah dicampur pupuk kompos. Siram dua kali sehari hingga bibit tumbuh dalam 5–7 hari.
- Campurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1, lalu masukkan ke dalam polybag.
- Buat lubang sedalam 10–15 cm, kemudian pindahkan bibit dari semaian atau tanam langsung 2–3 biji ke dalam polybag. Tutup kembali dengan tanah.
- Siram secara rutin pada pagi dan sore, bersihkan gulma, dan tambahkan pupuk organik.
- Setelah 25–30 hari, panen kangkung dengan mencabut akarnya atau memotong pada batangnya.
3. Metode Menanam Kangkung Hidroponik
Hidroponik merupakan cara menanam kangkung modern yang banyak diminati karena lebih praktis, tidak membutuhkan lahan luas, serta mampu menghasilkan panen dalam waktu singkat.

Langkah-langkahnya:
- Siapkan benih kangkung, wadah berjaring, baskom, serta air sebagai media utama.
- Rendam benih selama 24 jam, lalu gunakan benih yang tenggelam karena kualitasnya baik.
- Susun wadah berjaring di atas baskom berisi air hingga bagian bawahnya menyentuh permukaan.
- Taburkan benih secara merata, lalu jemur wadah di bawah sinar matahari.
- Setelah kecambah mulai tumbuh, tambahkan larutan nutrisi dengan dosis 5 ml per 1 liter air.
- Ulangi pemberian nutrisi setelah dua minggu dengan dosis 10 ml per 1,5 liter air.
- Pastikan air dan nutrisi cukup, dan tempatkan tanaman pada area yang mendapat cahaya matahari.
- Kangkung siap dipanen dalam 21–25 hari, cukup cabut sampai akar atau potong batang untuk panen ulang.
4. Cara Budidaya Kangkung di Kolam Ikan
Cara menanam kangkung di air juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan kolam ikan lele. Metode ini memiliki kelebihan karena kotoran ikan dapat berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanaman.

Langkah-langkahnya:
- Pastikan kolam dalam kondisi bersih dengan air jernih yang sesuai untuk pertumbuhan kangkung.
- Pilih bibit kangkung yang segar, sehat, tidak terlalu tua, dan bebas dari kerusakan.
- Rendam bibit dalam air bersih selama beberapa jam agar lebih cepat beradaptasi sebelum ditanam.
- Tancapkan bibit ke substrat dasar kolam atau letakkan dalam jaring hingga akar terendam air.
- Bersihkan sisa tanaman busuk dan kendalikan kotoran ikan agar kualitas air tetap terjaga.
- Tambahkan pupuk khusus tanaman air yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.
- Jaga agar akar selalu terendam dengan menambahkan air secara berkala.
- Setelah 3–4 minggu potong daun yang matang, lalu biarkan tanaman tumbuh kembali untuk panen berikutnya.
5. Metode Menanam Kangkung dengan Sistem Aquaponik
Selain memanfaatkan kolam ikan, sistem akuaponik dapat menjadi pilihan yang efisien karena mampu menghemat sumber daya sekaligus menghasilkan sayuran dan ikan yang melimpah.

Langkah-langkahnya:
- Siapkan ember, 10–20 ekor ikan lele, solder, bibit kangkung umur 7 hari, media sekam bakar dan kompos, serta gelas plastik 350 ml.
- Lubangi gelas dengan solder, isi setengah dengan media tanam, lalu tanam bibit kangkung.
- Buat lubang pada tutup ember sesuai ukuran gelas dan pasang kran di bawah untuk sirkulasi air.
- Isi ember dengan air sumur, diamkan 2 hari, lalu masukkan ikan lele setelah aklimatisasi 1 jam.
- Pasang gelas berisi bibit hingga menyentuh air lalu letakkan ember di tempat terkena matahari.
- Ganti air tiap 10–14 hari, cek kondisi ikan, panen kangkung di usia 14–21 hari, dan panen ikan setelah 2 bulan.
Berbagai cara menanam kangkung di atas dapat dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari lahan kering, polybag, hingga hidroponik dan aquaponik. Dengan perawatan yang tepat dan rutin, kangkung mampu tumbuh subur, cepat panen, serta menjadi sumber pangan sehat di rumah.