Cara menanam jagung yang benar menjadi kunci untuk memperoleh panen yang melimpah dan berkualitas. Meskipun jagung tergolong tanaman yang mudah dibudidayakan, setiap tahap penanaman harus dilakukan dengan tepat agar hasilnya optimal.

Keberhasilan budidaya jagung tidak hanya bergantung pada kualitas benih, tetapi juga pada perawatan rutin, kondisi lahan, dan penerapan aturan yang tepat. Uraian selengkapnya akan dibahas dalam artikel berikut ini.
Cara Menanam Jagung dari Awal Sampai Panen
Menanam jagung memerlukan perhatian pada setiap tahap, mulai dari persiapan hingga panen. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti agar tanaman tumbuh subur dan hasilnya melimpah.
1. Pemilihan Benih
Langkah pertama adalah memilih benih jagung berkualitas tinggi dan sesuai dengan kondisi iklim di wilayah. Pilih varietas yang diinginkan, seperti jagung manis, jagung pipil, atau jagung hibrida.
Pastikan benih bebas hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh di atas 80%, serta tidak keriput. Periksa juga tanggal kedaluwarsa dan pastikan benih memiliki penampilan seragam tanpa campuran varietas lain.
2. Persiapan Lahan
Setelah benih tersedia, siapkan lahan dengan tanah yang subur. Gemburkan tanah hingga kedalaman sekitar 30 cm agar aerasi dan drainase menjadi lebih baik. Setelah itu, buatlah bedengan dengan jarak tanam jagung yang ideal, misalnya 75 cm antarbaris dan 25 cm antarlubang tanam.
Jika pH tanah terlalu asam, lakukan pengapuran untuk meningkatkannya. Pemberian pupuk kompos atau pupuk kandang juga dianjurkan di awal untuk memperkaya unsur hara sebelum penanaman.
3. Penanaman
Cara menanam jagung harus menyesuaikan kedalaman dan waktu yang tepat. Masukkan 1–2 benih jagung ke dalam setiap lubang tanam. Kedalaman lubang bisa disesuaikan, yaitu 2–3 cm untuk tanah lembab dan 5–7 cm untuk tanah kering.
Untuk jagung hibrida, tanam 1–2 biji per lubang, sedangkan untuk varietas inbrida, tanam 2–3 biji per lubang. Tutup lubang tanam dengan tanah secara tipis dan padatkan perlahan.
Lakukan penyiraman pertama segera setelah penanaman agar benih mendapatkan kelembaban yang cukup untuk berkecambah. Menanam jagung dengan cara ini membantu pertumbuhan akar dan tunas lebih cepat.
4. Perawatan
Perawatan rutin meliputi penyiraman, pemupukan lanjutan, penyiangan, dan pengendalian hama. Lakukan penyiangan secara berkala untuk mencegah gulma mengganggu pertumbuhan. Jika ada benih yang gagal berkecambah, ganti dengan menanam benih baru pada lubang yang sama.
Pemupukan pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu. Gunakan pupuk kandang atau pupuk lain untuk mendukung pertumbuhan. Periksa secara berkala untuk mengendalikan hama, seperti ulat atau kutu, dan gunakan pestisida alami jika diperlukan.
5. Panen dan Pascapanen
Jagung umumnya dapat dipanen saat berumur 75–120 hari, tergantung varietasnya. Tanda-tanda jagung siap panen adalah rambut jagung mengering, kulit tongkol menguning, dan biji sudah keras dan padat. Tanda lain yang pasti adalah terbentuknya lapisan hitam (black layer) di ujung biji.
Pemanenan dilakukan dengan memetik tongkol secara manual atau menggunakan alat. Setelah panen, segera lakukan pengeringan hingga kadar air mencapai 14–15% agar jagung tidak mudah berjamur dan bisa disimpan lebih lama.
5 Aturan Menanam Jagung agar Cepat Tumbuh
Selain teknis cara menanam jagung, ada beberapa aturan dasar yang harus diperhatikan untuk memastikan tanaman tumbuh cepat dan memberikan hasil terbaik. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Pola Tanam
Ada dua pilihan pola dalam menanam jagung di sawah, yakni monokultur (hanya menanam jagung) dan polikultur (menanam jagung bersama tanaman lain). Untuk hasil panen yang lebih melimpah, Gunakan sistem monokultur yang memberikan produksi tinggi.
2. Metode Tanam
Gunakan sistem tanam jajar legowo, yaitu menanam jagung dalam barisan tertentu dengan satu atau dua baris kosong di antaranya. Metode ini membuat tanaman di pinggir baris tumbuh lebih baik, memaksimalkan penyerapan sinar matahari, dan memudahkan dalam membersihkan gulma.
3. Area Tanam
Area penanaman yang ideal memiliki curah hujan cukup, bersuhu 21–34°C, dan mendapatkan sinar matahari langsung minimal 8 jam per hari. Tanah sebaiknya bertekstur gembur, memiliki unsur hara cukup, pH 5,5 hingga 7,5, dengan kemiringan kurang dari 8%.
4. Pengairan
Jagung membutuhkan banyak air, terutama pada fase vegetatif hingga pengisian biji. Pastikan saluran air berfungsi dengan baik agar pasokan tercukupi. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman minimal seminggu sekali atau sebelum tanaman layu, dengan tinggi air sekitar 60 mm.
5. Perawatan Intensif
Cara merawat jagung dilakukan dengan penyiangan gulma dan pembumbunan tanah di sekitar tanaman untuk mendukung pertumbuhan. Penyiangan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10–15 hari setelah tanam (HST), sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 20–30 HST.
Petani yang menerapkan cara menanam jagung dengan tepat akan melihat tanaman tumbuh subur dan panen lebih cepat serta melimpah. Jika panduan ini diikuti dengan baik, setiap musim tanam akan menghasilkan jagung berkualitas tinggi dan hasil maksimal.