Budidaya tanaman pangan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan makanan masyarakat. Tanaman pangan seperti padi, jagung, ubi, hingga kacang-kacangan menjadi sumber karbohidrat dan protein utama bagi kehidupan sehari-hari.

Agar hasil panen optimal, petani perlu memahami tahapan budidaya dari awal hingga akhir dengan baik. Pemilihan jenis tanaman dan waktu tanam biasanya menyesuaikan musim. Misalnya padi cocok ditanam pada musim hujan, sedangkan jagung bisa ditanam di awal musim kemarau agar hasil optimal.
Berikut Tahapan Budidaya Tanaman Pangan
Tanaman pangan umumnya menjadi sumber utama karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Semua tahapan dalam proses budidaya saling berhubungan sehingga harus dijalankan secara konsisten untuk bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Berikut penjabarannya.

1. Pemilihan Lahan yang Tepat
Lahan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas pertumbuhan tanaman. Lahan ideal untuk tanaman pangan sebaiknya memiliki tanah yang gembur, subur, dan kaya unsur hara. Drainase yang baik juga penting agar tidak terjadi genangan yang bisa memicu penyakit akar.
Jika ingin menanam jagung misalnya, pilih lahan dengan pencahayaan matahari penuh minimal 6–8 jam per hari. Pemilihan lahan yang tepat akan membantu meminimalkan serangan hama serta memperbesar peluang panen yang melimpah.
2. Pengolahan Tanah
Tanah perlu dicangkul atau dibajak sedalam 20–30 cm untuk membuatnya lebih gembur. Pengolahan ini juga membantu memperbaiki aerasi tanah sehingga akar bisa tumbuh lebih dalam.
Petani biasanya menambahkan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar agar nutrisi tercukupi. Selain itu, penting juga membuat bedengan atau guludan pada lahan.
Tujuannya agar tanaman lebih mudah tumbuh, memiliki jalur drainase yang baik, dan tidak mudah tergenang air. Untuk tanaman seperti jagung, bedengan dibuat lebih lebar karena batang dan perakarannya kuat.
3. Pemilihan Bibit Unggul
Pemilihan bibit unggul tidak hanya mempengaruhi hasil panen, tetapi juga daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Untuk padi, pilih varietas unggul tahan wereng atau penyakit blas.
Untuk jagung, pilih benih hibrida yang terbukti menghasilkan tongkol besar dengan kadar air rendah. Sementara untuk tanaman umbi-umbian, pilih bibit dari indukan sehat yang terbebas dari penyakit.
Ciri bibit unggul antara lain, berwarna cerah, tidak cacat, ukuran seragam, dan daya kecambah tinggi. Dengan bibit berkualitas, teknik budidaya tanaman pangan akan lebih mudah diterapkan dan hasil panen pun lebih memuaskan.
4. Penanaman Tanaman Pangan
Cara tanam harus menyesuaikan dengan jenis tanaman yang dipilih karena inti dari seluruh rangkaian budidaya. Pada tanaman padi, penanaman dilakukan dengan sistem pindah tanam setelah bibit berusia 20–25 hari.
Untuk jagung, biji bisa langsung ditanam pada lahan dengan jarak tanam 70 x 20 cm atau sesuai kebutuhan lahan. Sementara pada tanaman kacang-kacangan, biji cukup ditanam langsung ke bedengan dengan kedalaman 3–5 cm.
Pengaturan jarak tanam sangat penting agar pertumbuhan tanaman tidak saling berebut nutrisi. Selain itu, penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar ketersediaan air cukup.
5. Perawatan Tanaman
Perawatan adalah kunci keberhasilan dalam teknik budidaya. Tanpa perawatan yang baik, tanaman mudah terserang hama atau gagal menghasilkan panen. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.
a. Penyiraman
Untuk tanaman tertentu seperti sayuran dan jagung pada musim kemarau, penyiraman perlu dilakukan secara rutin.
b. Penyiangan
Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus dibersihkan karena bisa merebut nutrisi dari tanaman utama.
c. Pemupukan susulan
Setelah 2–3 minggu tanam, tanaman perlu mendapat pupuk tambahan. Untuk jagung, pupuk NPK atau urea biasanya diberikan pada masa vegetatif untuk mempercepat pertumbuhan batang.
d. Pemangkasan
Pada tanaman tertentu, pemangkasan membantu pertumbuhan lebih fokus pada bagian utama.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit adalah ancaman terbesar dalam budidaya tanaman pangan. Jika tidak dikendalikan sejak awal, hasil panen bisa menurun drastis. Untuk mengatasinya, gunakan teknik pengendalian hama terpadu (PHT). Caranya sebagai berikut.
- Menggunakan pestisida nabati (ekstrak daun mimba, bawang putih).
- Menanam tanaman refugia untuk menarik musuh alami hama.
- Rotasi tanaman untuk memutus siklus penyakit.
- Menggunakan pestisida kimia bila serangan sudah parah, dengan dosis sesuai anjuran.
7. Panen dan Pascapanen
Untuk padi, panen dilakukan ketika 90–95% gabah menguning. Jagung dipanen saat biji sudah mengeras dan kadar air turun sekitar 30%. Sementara umbi-umbian dipanen setelah daun mulai menguning dan mengering. Setelah panen, hasil harus segera diolah dengan baik.
Padi harus dijemur hingga kadar air turun agar tidak mudah berjamur. Jagung biasanya dikeringkan hingga 14% kadar air sebelum disimpan. Sementara umbi-umbian sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung terlalu lama karena bisa cepat rusak.
Pascapanen yang benar tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga memperpanjang masa simpan sehingga hasil tetap bernilai jual tinggi.
Budidaya tanaman pangan adalah kegiatan penting untuk menjaga ketersediaan sumber makanan pokok pribadi maupun lingkungan sekitar. Tidak harus di lahan luas, proses budidaya juga bisa dilakukan di rumah sehingga lebih praktis.