Semangka tanpa biji semakin populer karena lebih praktis dikonsumsi, nilai jual lebih tinggi, dan diminati pasar modern seperti restoran, hotel, maupun pedagang jus. Budidaya semangka cocok untuk skala kecil di pekarangan rumah karena tekniknya relatif mudah dipelajari.

Meskipun begitu terdapat beberapa hal yang penting diperhatikan, seperti pemilihan bibit, perawatan yang tepat, hingga cara panen yang benar. Dengan begitu hasil panen yang didapatkan bisa banyak dan berkualitas unggulan.
Panduan Budidaya Semangka Bagi Pemula
Memperhatikan setiap tahapan budidaya merupakan kunci keberhasilan menanam semangka di rumah. Ketahui caranya melalui penjelasan berikut ini.
1. Persiapan Awal
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah persiapan awal, mulai dari pemilihan lahan hingga pengolahan tanah. Semangka membutuhkan cahaya matahari penuh 8–10 jam per hari. Tanah ideal adalah gembur, berpasir, dengan drainase baik.
Hindari lahan bekas tanaman sejenis untuk mencegah penyakit. Tanah dicangkul sedalam 30–40 cm agar gembur.
Tambahkan pupuk kandang matang (2–3 kg per lubang tanam) serta dolomit bila pH terlalu asam. Bedengan dibuat setinggi 30–40 cm agar tanaman tidak tergenang saat hujan.
2. Pemilihan Bibit Semangka
Pemilihan bibit yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil panen karena bibit unggul lebih tahan penyakit dan mampu menghasilkan buah berkualitas. Bibit unggul menjadi kunci sukses budidaya semangka tanpa biji.
Pilih varietas hibrida dari toko pertanian terpercaya. Bagi pemula, lebih aman menggunakan bibit siap tanam. Pastikan biji sehat, berwarna pekat, dan tidak keriput.
3. Teknik Penanaman Semangka
Teknik penanaman semangka tanpa biji mencakup penyemaian, pemindahan ke lahan, serta pengaturan jarak tanam yang sesuai. Biji direndam dalam air hangat 6–8 jam, lalu dibungkus kain lembab hingga berkecambah.
Selanjutnya, tanam dalam polybag kecil berisi campuran tanah, sekam, dan kompos. Setelah berdaun 2–3 helai, bibit siap dipindahkan.
Gunakan mulsa plastik hitam perak di atas bedengan. Buat lubang tanam dengan jarak tanam 100 x 70 cm (lahan sempit) atau 150 x 90 cm (lahan luas). Jarak tanam penting agar tanaman merambat leluasa dan buah berkembang optimal.
4. Teknik Perawatan
Pada 1–4 minggu pertama, siram setiap 2 hari sekali. Setelah berbunga, kurangi menjadi 3–4 hari sekali agar buah manis dan tidak terlalu berair. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dan dolomit.
Lalu pupuk susulan menggunakan NPK seimbang atau pupuk cair organik setiap 2 minggu. Saat tanaman berbunga, tambahkan pupuk tinggi kalium agar buah manis dan daging tebal. Batasi jumlah cabang dengan memangkas tunas liar.
Sisakan 2–3 batang utama agar nutrisi terfokus pada buah. Untuk semangka tanpa biji, tanam varietas berbiji di dekatnya untuk membantu penyerbukan silang.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Gunakan pestisida nabati (misalnya campuran bawang putih, daun nimba) untuk mencegah ulat daun, kutu daun, atau lalat buah.
Perhatikan juga penyakit layu fusarium dan busuk akar yang sering menyerang semangka. Langkah budidaya semangka ini penting untuk diperhatikan agar hasil panen maksimal.
6. Masa Panen Semangka
Waktu panen dan cara mengenali buah matang menjadi kunci agar hasil panen tidak sia-sia dan buah tetap berkualitas tinggi.
Semangka siap dipanen 65–75 hari setelah tanam. Tanda-tanda matang antara lain sulur dekat tangkai mengering, kulit buah cerah mengkilap, dan bunyi buah nyaring saat diketuk. Satu tanaman biasanya menghasilkan 2–3 buah dengan bobot 2–5 kg.
Tips Budidaya Semangka Tanpa Biji Bagi Pemula
Selain langkah teknis, pemula juga perlu memperhatikan tips tambahan agar panen lebih maksimal. Tips ini meliputi pengelolaan mulsa, pemangkasan buah, hingga pemilihan waktu tanam yang tepat.
1. Gunakan Mulsa Plastik
Mulsa membantu menjaga kelembaban, menekan gulma, dan memantulkan sinar matahari sehingga mengurangi serangan hama. Selain itu, buah tidak langsung bersentuhan dengan tanah sehingga kulit lebih mulus dan tahan lama.
2. Batasi Jumlah Buah per Tanaman
Jika semua bakal buah dibiarkan, hasilnya kecil dan kurang manis. Batasi hanya 2–3 buah terbaik per tanaman. Dengan cara ini, nutrisi terfokus sehingga buah besar, manis, dan bernilai jual tinggi.
3. Lakukan Rotasi Tanaman
Jangan menanam semangka di lahan sama secara berulang. Setelah panen, ganti dengan jagung atau kacang untuk menjaga nutrisi tanah dan memutus siklus penyakit. Teknik budidaya semangka ini diterapkan untuk menjaga kesuburan tanah.
4. Pilih Waktu Tanam yang Tepat
Tanam semangka di awal musim kemarau saat sinar matahari optimal dan hujan rendah. Kondisi ini mendukung fotosintesis, mengurangi kelembaban berlebih, serta mencegah serangan jamur.
Budidaya semangka tanpa biji skala rumahan bisa dilakukan siapa saja, termasuk bagi pemula. Teknik budidaya yang tepat bisa menghasilkan buah semangka tanpa biji tidak hanya manis dan segar untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi bila ingin dijadikan peluang usaha.