Tanaman Kumis Kucing: Khasiat dan Efek Sampingnya

Tanaman kumis kucing merupakan tanaman obat yang terkenal di Indonesia. Kumis kucing memiliki banyak khasiat, mulai dari menjaga kesehatan ginjal sampai menurunkan kadar gula darah. Tanaman herbal ini mudah dibudidayakan dan mudah ditemukan di sekitar. Pengolahannya juga mudah dilakukan.

Khasiat kumis kucing atau Orthosiphon stamineus bisa dirasakan optimal dengan pemrosesan yang tepat. Jika dikonsumsi berlebihan atau tidak sesuai rekomendasi dokter, tanaman ini bisa menimbulkan efek samping yang tidak dapat disepelekan. Ketahui, ciri-ciri, manfaat, dan efek samping dari kumis kucing.

Habitat dan Ciri-Ciri Kumis Kucing

Berikut ciri ciri tanaman kumis kucing yang djuga dikenal dengan nama java tea.

  • Tumbuh tegak, memiliki tinggi 1 sampai 2 meter.
  • Daunnya bergerigi, berbentuk lonjong, warnanya hijau, dan teksturnya kasar.
  • Memiliki bunga berkelopak putih atau ungu dengan bintik-bintik biru atau ungu di tengahnya.
  • Bunganya terpusat pada tandam di ujung cabang tanaman.

Kumis kucing tumbuh di daerah beriklim tropis atau subtropis dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah. Tanaman tersebut biasanya ditemukan di kawasan dengan curah hujan yang tinggi, seperti lereng gunung, daerah yang lembap, dan hutan hujan. Indonesia memiliki populasi tumbuhan kumis kucing yang banyak.

Selain tumbuh natural, terutama di pulau Jawa, kumis kucing juga banyak ditemukan karena manfaatnya. Karena berkhasiat dan dijadikan obat, tanaman ini banyak dibudidayakan sehingga mudah ditemukan. Kumis kucing juga bisa ditemukan di Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, India, Tiongkok, dan Australia.

Manfaat Tanaman Kumis Kucing

Kandungan kumis kucing diantaranya eupatorin, saponin, glikosida, flavonoid, fenolik, triterpenoid, dan sinensetin. Kandungan tersebut membuat kumis kucing berkhasiat antidiabetes, antioksidan, antibakteri, dan antiradang. Selama diolah dengan baik, manfaatnya untuk kesehatan bisa dirasakan dengan baik.

Berikut berbagai manfaat kumis kucing untuk kesehatan.

1. Menurunkan Tekanan Darah

Kumis kucing dikenal sebagai obat herbal untuk hipertensi. Hal tersebut didasarkan pada kandungan sinensetin memiliki aktivitas diuretik yang kuat. Kumis kucing bisa membantu tubuh mengurangi kadar natrium berlebih via urine. Pengeluaran natrium yang meningkat akan membuat tekanan darah berkurang.

2. Meringankan Gangguan Haid

Gangguan haid seperti pendarahan dan nyeri bisa diringankan dengan kumis kucing. Kumis kucing yang rutin dikonsumsi bisa menurunkan kadar prostaglandin yang membuat munculnya nyeri dan pendarahan ketika haid. Kumis kucing tidak menghilangkannya tetapi membuat efek negatif keduanya berkurang.

3. Obat Rematik Alami

Kandungan flavonoid dan fenolik dalam kumis kucing mampu menurunkan respons imun berlebih pada penderita radang sendiri. Kumis kucing juga diyakini mampu membuat tulang rawan dan jaringan lunak terlindungi berkat efek antiradangnya. Tidak heran jika kumis kucing diklaim sebagai obat rematik alami.

4. Menurunkan Gula Darah

Tanaman kumis kucing memiliki khasiat antidiabetes karena kandungannya diyakini mampu mendukung produksi fungsi hormon insulin untuk mengontrol gula darah. Dengan mengkonsumsi kumis kucing, kadar gula darah dan terkontrol dengan baik. Risiko diabetes berkurang dan gula darah akan lebih stabil.

5. Mengatasi Asam Urat

Kegunaan tanaman kumis kucing selanjutnya adalah mengatasi asam urat. Kandungan fenolik dan flavonoid memiliki sifat antiradang yang bisa menghambat pembentukan asam urat serta meningkatkan pengeluaran asam urat via urine. Tanaman ini membantu memperbaiki fungsi ginjal akibat asam urat tinggi.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Tanaman kumis kucing khususnya ekstraknya dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik serta menurunkan trigliserida dalam darah. Bersama dengan kapabilitasnya membuat gula darah stabil, kumis kucing berperan membuat jantung tetap sehat dan mengurangi risiko penyakitnya.

7. Membantu Mengobat Batu Ginjal

Penderita batu ginjal umum mendapatkan rekomendasi untuk mengkonsumsi kumis kucing. Kumis kucing memiliki efek diuretik dan antiradang yang bisa mencegah pembentukan batu ginjal dan melarutkannya. Konsumsi kumis kucing untuk pengobatan ini tetap harus dilakukan dengan pengawasan dokter.

Efek Samping Kumis Kucing

Efek samping daun kumis kucing akan dirasakan oleh mereka yang mengkonsumsinya dengan cara yang salah atau dengan dosis berlebihan. Tumbuhan kumis kucing sebaiknya tidak dikonsumsi oleh mereka yang sedang mengkonsumsi obat-obatan. Bisa terjadi efek interaksi obat yang tidak diinginkan.

Berikut dua efek samping kumis kucing yang biasa muncul.

1. Tekanan Darah Rendah

Kumis kucing memiliki efek antihipertensi yang menurunkan tekanan darah. Apabila dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan obat hipertensi, tekanan darah pengguna bisa menjadi sangat rendah. Jika itu terjadi, penggunanya akan pusing, sakit kepala, pandangan kabur, dan bahkan bisa pingsan.

2. Litium Berlebih

Litium adalah senyawa kimia yang ada pada beberapa obat, salah satunya obat gangguan bipolar. Jika dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan kumis kucing, maka kadar senyawa tersebut dalam darah akan meningkat. Hal tersebut membuat tubuh tidak memiliki kemampuan untuk membuangnya.

Mereka yang kelebihan litium akan menderita linglung, koordinasi dan keseimbangan terganggu, gerakan mata tidak terkontrol, muntah, mual, dan sakit perut. Efek samping ini tentu perlu dihindari karena dampaknya membahayakan kesehatan. Konsumsi kumis kucing memang perlu dilakukan dengan tepat.

Tanaman kumis kucing adalah tanaman berkhasiat yang pengolahannya dilakukan di level rumahan dan industri. Teh kumis kucing dan produk kumis kucing lainnya hendaknya dikonsumsi dengan bijak. Khasiat terbaik kumis kucing akan dirasakan oleh mereka yang mengkonsumsinya dengan pengawasan dari ahli.