Tanaman Kratom Berbahaya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Tanaman kratom alias Mitragyna speciosa adalah tanaman yang eksistensinya bisa ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Tanaman ini juga bisa ditemukan di Papua Nugini. Di Indonesia, kratom terutama daunnya merupakan salah satu bahan baku obat tradisional.

Tanaman tersebut juga umum dijadikan suplemen kesehatan dan penambah stamina. Kratom juga dikenal sebagai tanaman pereda nyeri. Kendati dikenal memiliki banyak manfaat, kratom ternyata menyimpan efek samping dan bahaya. Kenali kandungan, manfaat, efek samping, dan bahaya yang dimiliki oleh kratom.

Kandungan Kratom

Ciri ciri tanaman kratom diantaranya memiliki daun berbentuk oval yang berwarna hijau tua, bisa tumbuh 4-16 meter, dan masih satu keluarga dengan kopi. Kratom, khususnya daunnya dikenal memiliki kandungan senyawa alkaloid. Terdapat sekitar 37 jenis senyawa alkaloid dengan efek yang berbeda.

Berikut beberapa jenis senyawa alkaloid yang dimiliki oleh kratom.

  • Menciptakan efek analgesik.
  • Menghasilkan efek yang 13 kali lebih kuat dari morfin.
  • Mengkreasikan efek penghilang rasa nyeri.
  • 7-hydroxymitragynine. Memberi efek obat pereda rasa sakit.
  • Meningkatkan suasana hati dan meningkatkan energi.

Manfaat Tanaman Kratom

Daun kratom sebagai bagian paling berkhasiat dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Daun tersebut bisa dikunyah langsung, digerus, diasapi, atau dijadikan teh (diseduh). Daun kratom juga bisa diolah oleh industri dan nutrisinya bisa diekstrak untuk dijadikan suplemen berbentuk pil maupun serbuk.

Berbagai kandungan yang dimiliki kratom membuatnya mampu menghasilkan berbagai manfaat.

1. Meredakan Nyeri

Meredakan nyeri adalah manfaat kratom yang paling dikenal. Efek meredakan nyeri berasal dari senyawa alkaloid. Senyawa tersebut memberikan efek antiradang, pelemas otot, dan analgesik. Kratom umum diolah menjadi obat untuk mengobati nyeri otot dan pegal linu yang disertai dengan kantuk dan rasa lelah.

2. Meredakan Kecemasan

Tanaman kratom menyediakan efek yang mirip dengan opioid sehingga umum digunakan untuk menenangkan saraf dan membuat perasaan penggunanya menjadi lebih baik. Pemakaian kratom untuk meredakan kecemasan dan depresi tentu harus dilakukan dengan dosis dan intensitas yang tepat.

3. Meningkatkan Stamina

Tanaman kratom Kalimantan bisa diolah menjadi suplemen yang berkhasiat meningkatkan stamina tubuh. Daun kratom menghasilkan efek stimulan yang membuat tubuh menjadi tidak mudah lelah ketika melakukan berbagai aktivitas. Selain stamina, kratom juga bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi.

4. Mengurangi Risiko Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah kondisi yang meningkatkan risiko munculnya stroke, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Pengguna kratom ternyata memiliki risiko lebih untuk menjadi pengidap sindrom tersebut. Manfaat ini tentu bisa dirasakan dengan konsumsi kratom yang pas dan tidak berlebihan.

5. Mengatasi Kecanduan Opioid

Daun kratom bisa digunakan pada fase rehabilitasi medis untuk mengurangi gejala withdrawal syndrome atau sakau. Kratom akan membantu pecandu untuk berhenti menggunakan obat-obat terlarang dengan aman dan cepat. Pengobatan ini hanya bisa dilakukan oleh profesional yang berizin dan berpengalaman.

6. Gairan Seksual Meningkat

Manfaat kratom untuk pria ini banyak dicari oleh mereka yang mengalami masalah gairah seksual maupun mereka yang ingin meningkatkan kepuasan seksual. Kratom tidak mampu menaikkan gairah seksual tetapi juga mampu meningkatkan stamina dan membuat ereksi menjadi tahan lebih lama.

Efek Samping Kratom

Sama seperti obat herbal lain, tanaman kratom juga menyimpan efek samping yang tidak dapat diremehkan. Efek samping ini muncul apabila kratom dikonsumsi secara berlebihan, dengan cara yang salah, atau pengkonsumsinya memiliki kondisi medis yang membuat kratom menjadi konsumsi berisiko.

Berikut berbagai efek samping daun kratom yang wajib diketahui.

  • Berat badan menurun
  • Kerusakan hati
  • Oto nyeri
  • Sembelit
  • Mulut kering
  • Mual dan muntah
  • Menggigil
  • Urine berubah
  • Meningkatkan rasa kantuk
  • Halusinasi
  • Kejang
  • Gatal-gatal

Bahaya Tanaman Kratom

Selain efek samping yang bisa membahayakan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik, kratom juga menyimpan bahaya yang bisa menyebabkan kematian dan masalah mental. Bahaya kratom juga ada pada aspek hukum karena kratom ternyata bisa disalahgunakan untuk dijadikan “narkoba”.

Berikut bahaya yang dimiliki kratom.

1. Kecanduan dan Ketergantungan

Apabila dikonsumsi terus menerus tanpa pengawasan dokter atau kalangan profesional di bidang medis, kratom bisa menyebabkan kecanduan dan ketergantungan. Pemakainya bisa mengalami gejala withdrawal syndrome alias sakau. Jika dibiarkan maka efeknya bisa membahayakan jasmani maupun rohani.

2. Memabukkan

Zat aktif bernama mitragin dalam kratom bisa mempengaruhi otak dan sistem saraf. Dalam dosis tinggi, kratom bisa memberikan efek psikoaktif yang mirip dengan opioid. Rasa rileks, euforia, sensasi, dan penumpukan emosi bisa terjadi. Efek memabukkan ini akan berdampak buruk untuk “penikmatnya”.

3. Kerusakan Organ

Hati-hati ketika mengkonsumsi kratom yang sudah dijadikan ramuan karena pemakaian jangka panjangnya bisa menyebabkan kerusakan organ. Hal ini umumnya terjadi pada pemakaian dosis tinggi dan terus menerus. Risikonya semakin tinggi pada produk obat herbal berbahan kratom yang tidak berizin resmi.

Di balik berbagai manfaat yang dimilikinya, tanaman kratom ternyata memiliki bahaya yang tidak dapat dianggap sepele. Pemakaian kratom sebagai obat herbal maupun obat tradisional wajib dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi. Penyalahgunaannya bisa berdampak pada kecanduan dan ketergantungan.