Tanaman Herbal: Definisi, Contoh, dan Efek Sampingnya

Tanaman herbal dikenal sebagai tanaman yang bisa dijadikan obat untuk beberapa gangguan kesehatan. Tanaman ini mudah ditemukan dan bisa diolah langsung untuk diekstrak manfaatnya. Khasiat tumbuhan herbal beragam, dari mulai menjaga kebugaran sampai mengobati masalah digestif, seperti diare.

Selain untuk mengatasi masalah kesehatan, beberapa tumbuhan herbal juga bisa digunakan untuk tujuan kecantikan. Meskipun berkhasiat, tumbuhan herbal tetap harus dikonsumsi secara aman dan tidak berlebihan. Artikel ini akan membahas pengertian, cara mengkonsumsi, dan jenis-jenis tumbuhan herbal.

Definisi Tanaman Herbal

Tumbuhan herbal adalah tanaman yang diyakini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kesehatan. Kandungan dari tanaman tersebut bermacam-macam dari mulai vitamin, mineral, dan senyawa aktif tertentu. Senyawa aktif yang ada pada tumbuhan herbal diantaranya minyak atsiri, tanin, dan alkaloid.

Tumbuhan ini umum diolah untuk mengobati, mencegah, dan mengatasi macam-macam penyakit. Di Indonesia, tumbuhan herbal sering juga diidentifikasi sebagai tanaman obat keluarga (TOGA) atau cukup tanaman obat. Pembudidayaan tumbuhan herbal bisa dilakukan secara mandiri dan secara rumahan.

Cara Mengkonsumsi Tanaman Herbal

Manfaat tumbuhan herbal berasal dari berbagai bagian tubuhnya. Bagian-bagian bermanfaat dari tanaman tersebut adalah daun, akar, batang, dan bahkan semua bagian tanaman. Tanaman ini biasanya diolah menjadi ramuan atau dijadikan bahan baku obat. Selain itu, konsumsi langsung juga bisa dilakukan.

Tumbuhan herbal bisa dikonsumsi dengan cara-cara berikut ini.

  • Dikonsumsi langsung setelah dibersihkan terlebih dahulu.
  • Dijadikan teh dengan cara direbus. Umumnya tanaman dikeringkan terlebih dahulu.
  • Dioleskan atau ditempel ke bagian tubuh yang luka atau yang memerlukan perawatan.
  • Dijadikan sebagai air rendaman untuk dikonsumsi, air untuk merendam, berendam, atau mandi.
  • Diolah menjadi obat modern berbentuk kapsul, krim, serbuk, dll.

Konsumsi tumbuhan herbal sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter dan mereka yang berpengalaman. Pengolahan secara sembarangan justru membuat tanaman tersebut buruk untuk kesehatan. Pengolahan yang tepat, higienis, dan aman akan membuat tanaman benar-benar berkhasiat.

Contoh Tanaman Herbal

Berikut berbagai jenis tumbuhan herbal yang mudah ditemukan di sekitar dan berkhasiat untuk kesehatan.

  1. Kunyit

Kurkumin merupakan senyawa aktif dalam kunyit yang khasiatnya paling dikenal. Kunyit bermanfaat untuk memperbaiki sistem pencernaan, mengandung antiinflamasi, meningkatkan imunitas tubuh, dan kaya antioksidan. Kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk jamu, minuman herbal, dan sajian kuliner tradisional.

  1. Lengkuas

Lengkuas mengandung vitamin A, vitamin C, serat, karbohidrat, beta sitosterol, dan flavonoid. Tanaman yang juga sering disebut laos ini bisa bekerja sebagai antioksidan dan berkhasiat untuk meredakan rasa nyeri. Manfaat lain lengkuas adalah melawan infeksi, meningkatkan fertilitas pria, dan antikanker.

  1. Daun Kelor

Daun kelor adalah tanaman herbal yang berkhasiat mencegah infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan dalam daun kelor diantaranya vitamin C, flavonoid, anthraquinone. Salah satu fakta menarik daun kelor adalah kandungan vitamin C-nya 7 kali lebih banyak daripada vitamin C yang ada dalam jeruk.

  1. Jahe

Manfaat tanaman herbal yang berasal dari Asia ini diantaranya mengatasi mual dan muntah, meredakan nyeri, dan meningkatkan mobilitas penderita radang sendi. Jahe bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Tumbuhan herbal ini bisa dikonsumsi dengan cara diolah menjadi minuman segar atau jadi suplemen.

  1. Kayu Manis

Penderita asam urat pasti familiar dengan kayu manis karena tanaman ini merupakan salah satu obatnya yang terkenal. Kayu manis juga berkhasiat mengurangi rasa sakit akibat radang dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kayu manis juga memiliki antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas.

  1. Temulawak

Tanaman herbal asli Indonesia ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Temulawak kaya antioksidan yang mampu membuat zat-zat asing yang masuk ke dalam menjadi netral. Temulawak juga berkhasiat mengatasi kembung, sakit lambung, dan sindrom iritasi usus serta menjaga kesehatan hati.

  1. Lidah Buaya

Budidaya tanaman herbal ini umumnya dilakukan untuk pembuatan produk kecantikan dan kesehatan. Lidah buaya memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Tanaman ini berkhasiat untuk mempercepat proses penyembuhan luka, mengelola gula darah, mengurangi plak gigi, dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Efek Samping Tumbuhan Herbal

Berikut beberapa efek samping konsumsi tumbuhan herbal yang perlu diketahui.

  • Diare
  • Perut kembung
  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Asma
  • Gatal-gatal
  • Reaksi alergi

Efek samping tersebut wajib diketahui dan disadari oleh mereka yang ingin mengkonsumsi tumbuhan herbal. Efek sampingnya bisa lebih buruk jika tumbuhan herbal tidak dikonsumsi dengan baik dan tidak diolah dengan bersih dan semestinya. Tanaman obat ini sebenarnya tidak untuk semua kalangan.

Beberapa kalangan yang harus berhati-hati atau bahkan sebaiknya tidak mengkonsumsi tumbuhan herbal adalah anak-anak, lansia, ibu hamil dan menyusui, dan pengidap penyakit ginjal. Tumbuhan herbal sejatinya bukan obat untuk penyakit berat dan pemakaiannya harus dilakukan atas rekomendasi dokter.

Tanaman herbal mudah dibudidayakan dan diyakini mampu mengatasi masalah kesehatan ringan. Tanaman ini merupakan bahan baku obat, ramuan, dan produk kuliner. Kendari baik untuk kesehatan, konsumsinya tetap harus dilakukan dengan tepat, tidak berlebihan, dan sesuai dengan rekomendasi ahli.