Tidak Hanya untuk Hiasan, Contoh dan Manfaat Tanaman Air

Tanaman air dikenal juga dengan nama tanaman hidrofit atau tanaman akuatik merupakan tanaman yang tumbuh di perairan. Tanaman ini bisa berada di dalam air atau di permukaan air. Tanaman hidrofit mudah dirawat dan praktis karena media tanamnya air yang tidak memerlukan pupuk atau pengolahan khusus.

Tanaman hidrofit memiliki manfaat estetika maupun manfaat kesehatan. Tanaman ini juga memberikan manfaat untuk lingkungan perairan di mana mereka hidup. Di Indonesia, tanaman hidrofit umumnya dijadikan tanaman hias. Artikel ini akan membahas karakteristik, manfaat, dan contoh tanaman hidrofit.

Karakteristik Tanaman Hidrofit

Semua bagian tanaman hidrofit memiliki fungsi yang didedikasikan untuk kemampuan bertahan hidup dan berkembang di perairan, contohnya bagian akar yang tidak sekuat akar tanaman darat. Karakteristiknya bisa ditemukan pada tanaman hidrofit yang ditemukan di perairan maupun yang dijadikan tanaman hias.

Berikut ciri ciri tanaman air yang bisa diidentifikasi dengan mudah.

  • Memiliki batang berongga yang akan membantunya mengapung di air.
  • Memiliki struktur yang kurang kuat dan kutikulanya tipis.
  • Strukturnya tidak kaku karena ditopang oleh tekanan air.
  • Bagian sisi daun (keduanya) memiliki banyak stomata dan selalu terbuka.
  • Memiliki daun lebar yang berguna untuk mempercepat penguapan pertumbuhan tanaman.
  • Selain lebar, daunnya juga datar (agar mengapung di air).
  • Akar tanamannya (ukurannya kecil) berfungsi menangkap oksigen dalam jumlah yang banyak.

Manfaat Tanaman Air

Tanaman hidrofit memiliki manfaat untuk mereka yang mengolahnya dan untuk lingkungan tempat di mana mereka hidup. Tanaman tersebut memang terkenal sering digunakan sebagai tanaman hias, baik di dalam maupun di luar ruangan. Beberapa tanaman hidrofit umum diolah menjadi kuliner yang sehat dan sedap.

Berikut manfaat tanaman hidrofit yang perlu diketahui.

1. Menjaga Kualitas Oksigen Air

Tanaman hidrofit memberikan asupan oksigen di perairan sehingga makhluk hidup lain yang hidup di sana bisa berkembang dengan baik. Selain itu, tanaman hidrofit juga mampu menyerap racun di perairan yang berasal dari kotoran hewan air. Tanaman hidrofit turut membantu menjaga kualitas air di perairan.

2. Pelindung Ikan

Tanaman hidrofit bisa menjadi sumber makanan untuk makhluk hidup di perairan. Hal tersebut membuat ekosistem di perairan lestari dan berkesinambungan. Tanaman hidrofit juga berfungsi sebagai tempat ikan berlindung. Mereka memanfaatkannya untuk bersembunyi dari predator dan ancaman lingkungan.

3. Memiliki Nilai Estetika

Tanaman air hias merupakan jenis dekorasi yang populer, terutama di kalangan pecinta akuarium. Tanaman ini memberikan nilai estetika natural yang keindahannya bisa dinikmati terus menerus. Tanaman hidrofit bisa jadi tanaman hias yang membuat ruangan menjadi lebih sejuk dan udaranya lebih segar.

4. Kuliner yang Sehat dan Sedap

Beberapa tanaman air seperti selada air, teratai dan kangkung air bisa diolah menjadi kuliner yang sedap. Tumis kangkung air merupakan hidangan kuliner yang umum di Indonesia dan Asia. Tanaman hidrofit berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh, melancarkan pencernaan, dan menjaga kesehatan jantung.

Contoh Tanaman Hidrofit

Tanaman hidrofit cukup beragam jenisnya dan memiliki manfaat yang bervariasi. Tanaman hidrofit sendiri dapat dibedakan ke dalam 4 macam, yaitu tanaman hidrofit air oksigen, air mengapung, lumpur, dan pinggir. Masing-masing jenis memiliki karakteristik, tempat hidup, dan kegunaan yang berbeda-beda.

Berikut contoh tanaman air beserta kegunaannya.

1. Eceng Gondok

Eceng gondok bisa jadi adalah tanaman hidrofit yang paling dikenal. Tanaman hidrofit ini bisa mengurangi pencemaran air dan mengapung di permukaan air. Eceng gondok biasanya hidup di rawa basah, sungai arus tenang, dan kolam dangkal. Eceng gondok yang menyerap banyak oksigen bisa jadi gulma.

2. Kangkung Air

Tanaman air sanga umum di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan masuk dalam kategori sayuran. Kangkung air hidup di perairan dangkal dan lahan basah (batantan sungai, selokan, dll). Kangkung air memiliki kandungan serat yang tinggi dan umum digunakan dalam pengobatan insomnia dan ambeien.

3. Teratai

Jenis tanaman air ini disebut juga lili air dan memiliki penampilan yang cantik. Teratai mampu menjadi penyaring air alami dan umum ditemukan di dasar kolam sawah dan sungai serta. Selain dijadikan tanaman hias, teratai yang mengandung vitamin A juga bisa dijadikan makanan untuk menjaga kesehatan kulit.

4. Alga Hijau

Alga hijau atau ganggang hijau hidup di air tawar, air laut, dan di berbagai perairan lainnya. Alga hijau merupakan produsen utama di ekosistem air, tempat berlindung hewan air, dan memproduksi oksigen via fotosintesis. Beberapa jenis alga hijau bisa dijadikan suplemen karena kandungan proteinnya tinggi.

5. Lotus

Budidaya tanaman air satu ini umumnya bertujuan untuk menghasilkan tanaman hias yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga menghasilkan aroma yang harum. Lotus memiliki rupa mirip teratai, tetapi ukurannya lebih besar. Lotus juga bisa dikonsumsi untuk menghentikan diare.

Tanaman air sanggup memberi banyak manfaat untuk ekosistemnya dan mereka yang bisa mengolahnya menjadi produk estetika maupun kesehatan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias yang siap membuat ruangan menjadi lebih cantik. Selain itu, tanaman hidrofit juga bisa membuat ruangan lebih segar.