Tanaman paku memiliki rupa yang unik dan hal tersebut membuatnya terkesan benar-benar berbeda dari tanaman lain. Pteridophyta alias tumbuhan paku merupakan berpembuluh yang bereproduksi dengan spora. Tumbuhan ini memiliki akar, batang, dan daun sejati yang mampu berkembang dengan baik.

Di Indonesia, terdapat ribuan tumbuhan paku yang bisa ditemukan di hutan hujan tropis maupun di halaman rumah. Tanaman paku ada yang bisa dikonsumsi dan ada juga yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Jenisnya beragam, begitu juga manfaatnya. Ketahui pengertian, karakteristik, manfaat dan contoh tumbuhan paku.
Pengertian Tanaman Paku
Tanaman paku atau pakis sering juga disebut tanaman berpembuluh karena memiliki pembuluh pengangkut. Pembuluh tersebut membuat pakis mengangkut air, nutrisi, dan zat organik ke seluruh tubuh dengan efisien. Hal tersebut juga memungkinan pertumbuhan yang lebih besar daripada tumbuhan biasa.
Pakis bereproduksi secara aseksual dengan spora. Spora yang diproduksi akan tumbuh menjadi gametofit atau individu baru. Gametofit kemudian akan menghasilkan gamet atau sel kelamin yang akan bergabung untuk membentuk sporofit (fase tumbuhan dewasa). Pakis merupakan salah satu divisi kingdom Plantae.
Tumbuhan paku hidup di darat, terutama di lapisan bawah tanah yang berada di dataran rendah, lereng gunung, tepi pantai, dan 350 meter di atas permukaan laut (umumnya di daerah lembab), dan bisa juga menempel pada tumbuhan lain. Tumbuhan fotoautotrof ini juga ada yang hidup mengapung di air.
Karakteristik Tumbuhan Paku
Berikut ciri ciri tanaman paku yang khas.
- Memiliki ukuran tubuh yang beragam (2-5 cm), tergantung spesiesnya.
- Memiliki jaringan atau sistem pembuluh angkut.
- Memiliki daun sporofil (penghasil spora) dan tropofil (tidak menghasilkan spora).
- Mengalami fase hidup gametofit atau menghasilkan gamet dan sporofit atau menghasilkan spora.
- Batang bagian bawahnya memiliki rambut-rambut halus.
- Memiliki batang yang berada di bawah tanah (rizom), beberapa memiliki batang menjulang tinggi.
- Ukuran daunnya bervariasi, ada yang kecil (mikrofil) dan ada juga yang besar (makrofil).
- Daun mudanya menggulang ke dalam (dari pucuk ke tengah daun).
Manfaat Tumbuhan Paku
Berikut manfaat tanaman paku untuk manusia dan lingkungan.
1. Menjaga Kualitas Ekosistem
Tanaman paku turut menjaga kualitas ekosistem dengan menyerap air hujan, mencegah erosi, dan menyediakan oksigen. Beberapa jenis tumbuhan paku, salah satunya Azolla pinnata terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah. Pakis juga bisa jadi tempat bagi berbagai hewan kecil dan serangga.
2. Sumber Pangan
Tumbuhan paku bisa jadi sumber makanan untuk lingkungan dan manusia. Beberapa jenis tumbuhan paku yang bisa dikonsumsi dan umum diolah menjadi produk kuliner adalah semanggi, pakis sayur, dan paku garuda. Beberapa tumbuhan paku dikenal sebagai sayuran yang bisa menyempurnakan masakan.
3. Bahan Baku Obat
Berbagai jenis tumbuhan paku umum dijadikan sebagai bahan baku obat dan digunakan dalam pengobatan herbal. Ekstrak beberapa tumbuhan paku memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Tumbuhan paku lain, seperti Paku ekor kuda digunakan sebagai antidiuretik dan Dryopteris digunakan sebagai obat cacing pita.
4. Dijadikan Tanaman Hias
Selain untuk obat-obatan dan kuliner, tumbuhan paku juga biasa dimanfaatkan menjadi tanaman hias. Tumbuhan paku memiliki daun yang bervariasi dan unik. Hal tersebut beserta bentuk dan warnanya memberikan kesan visual yang indah. Tumbuhan paku bisa jadi hiasan di dalam dan di luar ruangan.
Contoh Tanaman Paku
Berikut berbagai jenis tanaman paku populer.
1. Semanggi Air
Marsilea crenata atau semanggi air memiliki spora dan batangnya cukup rapuh sehingga mudah dipatahkan. Semanggi air, spesifiknya bagian daun dan sporokarpnya bisa dimanfaatkan untuk obat herbal dan bisa dijadikan sebagai bahan pangan. Semanggi air tumbuh di danau, rawa, dan di pematang sawah.
2. Suplir
Tanaman paku ini dikenal bisa mempercantik ruangan dan umum digunakan sebagai bagian dari dekorasi pekarangan rumah. Suplir bisa ditanam di dalam pot, berbentuk trapesium, dan memiliki warna hijau cerah. Agar bisa lestari dan tahan lama, simpan suplir di tempat yang teduh dan tidak tersorot langsung sinar UV.
3. Paku Payung
Paku payung (bukan paku jarum) atau Dipteris conjugata adalah tanaman paku besar yang merupakan tanaman lokal Indonesia. Dipteris conjugata memiliki tinggi mencapai 2 meter dan bisa ditemukan di hutan pegunungan dan hutan hujan tropis. Payu payung hidup di lingkungan yang teduh dan lembab.
4. Bambu Air
Bambu air atau Equisetum hyemale memiliki ukuran yang kecil dan tinggi sekitar 25-100 cm. Bambu air biasanya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku obat-obatan. Tanaman ini juga bisa dijadikan tanaman hias. Bambu air tinggal di kolam dangkal, rawa, pinggir sungai, dan lingkungan basah lainnya.
5. Paku Tanduk Rusa
Platycerium bifurcatum alias paku tanduk rusa sering ditemukan menempel pada pohon besar. Selain di pohon besar, tanaman ini juga bisa menempel di dinding dan sering dijadikan hiasan baik di dalam maupun di luar ruangan. Paku tanduk rusa juga bisa diolah menjadi obat untuk mengatasi peradangan.
Tanaman paku yang berspora memiliki struktur yang unik dan mampu hidup di berbagai habitat. Hal tersebut membuatnya banyak dijadikan tanaman hias yang mudah dirawat. Jika tidak dijadikan tanaman hias, tumbuhan paku dibudidayakan untuk dijadikan bahan baku obat tradisional dan sumber pangan.